PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MURID MELALUI PEMBERIAN ‘REWARD SUPER STUDENT’ DI SEKOLAH DASAR KRISTEN ‘B’ SURABAYA

Authors

  • Natalia Dewi Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Petra-Surabaya

DOI:

https://doi.org/10.9744/aletheia.2.2.151-156

Keywords:

Guru Kristen, motivasi belajar, pendidikan Kristen, reinforcement, reward super student.

Abstract

Dalam proses sebuah pendidikan pasti ada kalanya murid tidak mampu belajar dengan baik. Motivasi belajar membuat murid lebih mudah untuk belajar. Untuk membuat murid semangat belajar atau aktif dalam proses pembelajaran maka diperlukan guru yang memotivasi murid untuk belajar. Dalam penelitian kali ini menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif untuk mengetahui peran guru dalam meningkatkan motivasi belajar murid menggunakan Reward Super Student. Penelitian ini menggunakan teori behavioristic yang dicetuskan oleh B.F Skinner untuk mengetahui motivasi belajar murid. Guru memberikan Reward Super Student saat murid berhasil mencapai tujuan pembelajaran. Reward ini bisa didapatkan saat murid aktif bertanya, menjawab dan presentasi. Cara guru untuk menumbuhkan motivasi belajar murid didapatkan melalui 3 cara. Pertama, pembelajaran melalui proyek kelas. Kedua, kepemimpinan dan yang terakhir tugas tanggung jawab untuk meningkatkan motivasi belajar murid. Guru menggunakan ketiga cara tersebut untuk memotivasi belajar murid digabungkan dengan pemberian reward super student Dari hasil penelitian penggunaan Reward Super Student berhasil untuk memotivasi murid mau belajar.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Agus R, A. H. (2015). Strategi pengelolaan kelas dalam proses pembelajaran. Jurnal Pendidikan Pedagogik, 03(1), 1–12. Retrieved from https://ejournal.unuja.ac.id/index.php/pedagogik/article/view/100.
Amali, R. (2016). Teori behavioristik. Sidoarjo: Universitas Muhammadiyah.
Brummelen, H.V. (2016). Berjalan bersama Tuhan di dalam kelas. Surabaya : ACSI.
Ernata, Y. (2017). Analisis motivasi belajar peserta didik melalui pemberian reward and punishment di SDN Ngaring 05 Kec. Gadungsari Kab. Blitar. Jurnal Pemikiran Dan Pengembangan Sekolah Dasar (JP2SD), 5(2), 781–790. https://doi.org/10.22219/jp2sd.v5i2.4828
Familus. (2016). Teori Belajar Aliran Behavioristik Serta Implikasinya Dalam Pembelajaran. Riau: Universitas Negeri Padang.
Hapsari, D. I., & Airlanda, G. S. (2018). Penerapan project based learning untuk meningkatkan motivasi belajar matematika peserta didik kelas V. AULADUNA: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 5(2), 154–161. https://doi.org/10.24252/auladuna.v5i2a4.2018.
Harnika, N. S., Fitlayeni, R., & Yatim, Y. (2016). Strategi guru dalam mengontrol perilaku siswa kelas XI IPS 4 di SMA Negeri 1 Pancung Soal Kabupaten Pesisir Selatan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa STKIP PGRI Sumatera Barat, 1–11. Retrieved from http://jim.stkip-pgri-sumbar.ac.id/jurnal/download/1432.
Hendricks, H.. (2013). Mengajar untuk mengubah hidup. Jakarta: PT Gloria Usaha Mulia.
Hergenhahn, B.R. & Olson, M H. (2015). Theories of learning (7th ed.). Jakarta: Kencana Prenada Media Group
Hikmia, Z., & Salbiah, N. A. . (2019). 46,5 persen siswa SD kelas 4 dikatakan kurang mampu membaca. Jawa Pos. Retrieved from https://www.jawapos.com/nasional/pendidikan/03/10/2019/465-persensiswa-sd-kurang-mampu-membaca/
Idzhar, A. (2016). Peranan guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Jurnal Office, 2(2), 221–228. https://doi.org/10.26858/JO.V2I2.2956
Nahar, N. I. (2016). Penerapan teori belajar behavioristik dalam proses pembelajaran. NUSANTARA?: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, 1(1), 64–74. Retrieved from http://jurnal.um-tapsel.ac.id/index.php/nusantara/article/view/94
Nugrahani, F. (2014). Metode penelitian kualitatif. Jakarta: Gramedia
Partisipasi pendidikan naik tapi jutaan anak Indonesia masih putus sekolah.. (2019, July 23) Tempo. Retrived from https://www.tempo.co/abc/4460/partisipasipendidikan-naik-tapi-jutaan-anak-indonesia-masih-putus-sekolah.
Atton, M. Q. (1990). Qualitative evaluation and research methods. Newbury Park: Sage
Raco, J.R. (2010). Metode penelitian kualitatif. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia
Achmawati, E. (2015). Pengaruh reward and punishment terhadap prestasi belajar murid SD Muhammadiyah 10 Tipes Surakarta tahun ajaran 2014/2015. Undergraduate thesis. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.Universitas Muhammadiyah Surakarta. Retrieved from http://eprints.ums.ac.id/id/eprint/35314
Rafiqah, M., Yusmansyah, Y., & Mayasari, S. (2013). Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar. ALIBKIN (Jurnal Bimbingan Konseling), 2(2), 9 p. Retrieved from http://jurnal.fkip.unila.ac.id/index.php/ALIB/article/view/1661
Rusman. (2015). Model-model pembelajaran: Mengembangkan profesionalisme guru. Jakarta: Rajawali Pers/PT Raja Grafindo Persad
Salbiah, N.A. (Ed). 46,5 persen murid SD kelas 4 dikatakan kurang mampu membaca. Jawa Pos. Retrived from https://www.jawapos.com/nasional/pendidikan/03/10/2019/465-persen-siswa-sd-kurang-mampu-membaca/
Siti, S. (2015). Upaya guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Jurnal Pendidikan Ekonomi UM Metro, 3(1), 73-82. Retrieved from https://www.ojs.fkip.ummetro.ac.id/index.php/ekonomi/article/viewFile/144/115
Uno, H.B.(2010). Teori motivasi & pengukurannya: Analisis di bidang pendidikan. Jakarta: PT. Bumi Aksara.
Zaini, R. (2014). Studi atas pemikiran B.F. Skinner tentang belajar. TERAMPIL: Jurnal Pendidikan Dan Pembelajaran Dasar, 1(1), 118–129. https://doi.org/10.24042/terampil.v1i1.1309

Downloads

Published

2021-10-24

How to Cite

Dewi, N. (2021). PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR MURID MELALUI PEMBERIAN ‘REWARD SUPER STUDENT’ DI SEKOLAH DASAR KRISTEN ‘B’ SURABAYA. Aletheia Christian Educators Journal, 2(2), 151–156. https://doi.org/10.9744/aletheia.2.2.151-156