VIDEO EDUKASI UNTUK MENCEGAH ANAK-ANAK KORBAN PERCERAIAN MELAKUKAN PERILAKU NEGATIF

Authors

  • Monica Rombeallo Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Universitas Kristen Petra

DOI:

https://doi.org/10.9744/aletheia.3.1.21-34

Keywords:

Anak, perceraian, perilaku negatif, video edukasi.

Abstract

Anak-anak dalam masa pertumbuhan memerlukan kehadiran orang tua untuk membimbing dan mendidik mereka. Setiap anak juga memerlukan kasih sayang dan perlindungan dari orang tua. Akan tetapi banyak anak-anak korban perceraian yang tidak bisa merasakan hal tersebut. Anak-anak korban perceraian bisa dikategorikan sebagai anak dalam resiko. Perilaku negatif bisa dilakukan oleh siapa saja, terlebih anak dalam resiko. Guru, orang tua dan bahkan gereja perlu bekerja sama untuk menolong anak-anak tersebut. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan konseling bagi anak. Akan tetapi, banyak sekolah yang belum bisa memberikan fasilitas tersebut bagi anak-anaknya. Video sebagai media edukasi bagi anak sangat menolong untuk mengingatkan dan mendidik anak agar tidak melakukan perilaku negatif. Oleh karena itu, penulis membuat sebuah video edukasi untuk membantu anak-anak korban perceraian memahami kondisinya dan menolong mereka untuk berdamai dengan keadaan yang saat ini mereka sedang hadapi. Diharapkan setelah menonton video ini, anak-anak menjadi tahu bahwa mereka berharga, dan menolong mereka agar tidak melakukan perilaku negatif.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adikara, B. (2020). Cegah siswa bosan, video pembelajaran online cukup tiga menit. https://kaltengpos.co/berita/-45634cegah_siswa_bosan,_video_pembelajaran_ online_cukup_tiga_menit.html?page#opcontent
Alkitab Terjemahan Baru. (1974). Lembaga Alkitab Indonesia
Animasi Studio. (2020). Apakah durasi video itu penting? https://animasistudio.com/apakah-durasi-video-itu-penting/
Arifin, Z. (2020). Teori perkembangan sosial anak dan pengaruhnya bagi pendidikan. Tadarus 9(1), 119-132. http://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/1751725
Ayuwanty, F., Mulyana, N., & Zainuddin, M. (2018). Prestasi belajar anak dengan orang tua tunggal. Jurnal Pekerjaan Sosial, 1(2), 148-157. http://journal.unpad.ac.id/focus/article/view/18279/8565
Brame, C.J. (2015). Effective educational videos. https://cft.vanderbilt.edu/guides-sub-pages/effective-educational-videos/
Budiyana, H. (2018). Perspektif Alkitab terhadap keluarga Kristen. REGULA FIDEI 3(2), 137-145. http://christianeducation.id/e-journal/index.php/regulafidei/article /view/25/24
Dewi, M.P., Neviyarni., & Irdamurni. (2020). Perkembangan bahasa, emosi dan sosial anak usia sekolah dasar. Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 7(1), 1-11. http://jurnal.unissula.ac.id/index.php/pendas/article/view/7369/3615
Ernasih, U., Pramono, S.E., & Atno. (2018). Perbedaan hasil belajar dengan menggunakan media video edukasi dan media video dokumenter pada pembelajaran sejarah di SMAN 12 Semarang tahun ajaran 2017/2018. Indonesian Journal of History Education, 6(2), 162-171. https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/ijhe/article/view /27646
Gunawan, A. (2019). Kasih pondasi keluarga yang sehat. Jurnal Theologia Aletheia 21(17), 61-80. http://sttaletheia.ac.id/wp-content/uploads/2019/09/Kasih-Pondasi-Keluarga-yang-Sehat-Agung-Gunawan.pdf
Hadi, S. (2017). Efektivitas penggunaan video sebagai media pembelajaran untuk siswa sekolah dasar. Prosiding TEP & PDs, 1 (15), 96-102. https://core.ac.uk/download/pdf/267023793.pdf
Handayani, H.L, Ghufron, S., & Kasiyun, S. (2020). Perilaku negatif siswa: bentuk, faktor penyebab, dan solusi dalam mengatasinya. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran ke-SD-an, 7(2). https://journal.upy.ac.id/index.php/es/article/view/760#:~:text=Bentuk%20perilaku%20negatif%20yang%20ditemukan,dan%20sering%20masuk%20keluar%20kelas.
Hasanah, U. (2019). Pengaruh perceraian orang tua bagi psikologis anak. AGENDA, 2(1). 19-24. http://ecampus.iainbatusangkar.ac.id/ojs/index.php/agenda/article/ view/1983/1478
Herningsih., Fatmawati., & Salim, I. (2015). Penyebab terjadinya perilaku menyimpang “ngelem” pada siswa di SMPN 3 Subah kabupaten Sambas. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 4(12). http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jpdpb/article/ download/12600/11424
Horman, Y.Y., Mokalu, B., & Purwanto, A. (2018). Peran keluarga dalam mencegah perilaku menyimpang (Studi pada remaja pengguna lem ehabon di kelurahan Karame kecamatan Singkil). Jurnal Administrasi Publik, 4(53), 1-15. https://ejournal.unsrat.ac.id/index.php/JAP/article/viewFile/19560/19111
Irawan, R.R., Asrina, A., & Yusriani. (2020). Pembentukan konsep diri remaja (studi pada remaja korban perceraian orang tua) kota Makassar tahun 2020. Window of Public Health Journal, 1(2), 48-58. https://mail.jurnal.fkm.umi.ac.id/index.php/woph /article/ view/48/41
Ismiati. (2018). Perceraian orang tua dan problem psikologis anak. At-Taujih, 1(1), 1-16. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/Taujih/article/view/7188/4164
Jayani, D.H. (2020, February 20). Ramai RUU ketahan keluarga, berapa angka perceraian di Indonesia? https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2020/02/20/ramai -ruu-ketahanan-keluarga-berapa-angka-perceraian-di-indonesia#
Juliana, R., & Arifin, R. (2019). Anak dan kejahatan (faktor penyebab dan perlindungan hukum). Jurnal Selat, 6(2), 226-233. https://ojs.umrah.ac.id/index.php/selat/article/view/1019/712
Juwantara, R.A. (2019). Analisis teori perkembangan kognitif Piaget pada tahap anak usia operasional konkret 7-12 tahun dalam pembelajaran matematika. Al-Adzka, 9(1), 28-34. https://jurnal.uin-antasari.ac.id/index.php/adzka/article/view/3011/pdf
Kementerian kesehatan RI. (2014, July 23). Kondisi pencapaian program kesehatan anak Indonesia. https://www.kemenkes.go.id/download.php?file=download /pusdatin/infodatin/infodatin-anak.pdf
Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. (n.d). Undang-undang Republik Indonesia nomor 52 tahun 2009 tentang perkembangan kependudukan dan pembangunan keluarga. https://jdih.kemenpppa.go.id/peraturan/uu% 20no%2052%20tahun%202009.pdf
Khoiriyati, S., & Amalia, E.R. (2018). Efektifitas cinema therapy untuk meningkatkan kepercayaan diri anak korban perceraian orang tua. Jurnal pendidikan dan perkembangan anak, 1(2), 36-48. http://e-journal.ikhac.ac.id/index. php/aulada/ article/view/211
Krusteva, N. (2015). Deviant child behavior: a child as a victim or an offender. http://www.prafak.ni.ac.rs/files/zbornik/sadrzaj/zbornici/z70/25z70.pdf
Latifa,U. (2017). Aspek perkembangan pada anak sekolah dasar: Masalah dan perekembangannya. Journal of Multidisciplinary Studies, 1(2), 186-195. http://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/1052406
Morin, A. (2019). The psychological effects of divorce on children. https://www.verywellfamily.com/psychological-effects-of-divorce-on-kids-4140170
Muliana, Ahmad, A., & Yuhasriati. (2016). Perkembangan perilaku anak dari keluarga yang bercerai di Kecamatan Ulim Kabupaten Pidei Jaya. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Anak Usia Dini, 1(1), 46-51. https://media.neliti.com/media/publications/187079-ID-perkembangan-sosial-emosional-anak-dari.pdf
Murni. (2017). Perkembangan fisik, kognitif, dan psikososial pada masa kanak-kanak awal 2-6 tahun. Jurnal Pendidikan Anak Bunayya, 3(1), 19-33. https://jurnal.ar-raniry.ac.id/index.php/bunayya/article/download/2042/1513
Nggebu, S. & Winoto, S.H (ed). (2016). Desain Allah bagi anak dan remaja: Membesarkan anak semakin mendewasakan orang tua. Bandung, Indonesia: Biji Sesawi Press
Paath, J., Zega, Y., & Pasaribu, F. (2020). Konstruksi pernikahan Kristen Alkitabiah. Jurnsl Scripta Teologi dan Pelayanan Kontekstual, 8(2), 181-202. https://ejournal.stte.ac.id/index.php/scripta/article/view/104/61
Pickhardt, C.E. (2011). The impact of divorce on young children and adolescent. https://www.psychologytoday.com/us/blog/surviving-your-childs-adolescence/201112/the-impact-divorce-young-children-and-adolescents
Pratiwi, I.W., & B, Kimberly, C. (2019). Dinamika forgiveness pada anak korban perceraian. JP3SDM 8(2), 13-31. http://ejournal.borobudur.ac.id/index.php/psikologi/article/download/596/571
Prihatin, I.U. (2020). Kemenag sebut angka perceraian mencapai 306.688 per Agustus 2020. https://www.merdeka.com/peristiwa/kemenag-sebut-angka-perceraian-mencapai-306688-per-agustus-2020.html
S Septiana ,F. (2019). Perbedaan tingkat perkembangan anak toddler yang diasuh orang tua dengan diasuh selain orang tua di desa Sendang kecamatan Banyakan kabupaten Kediri. JuKe, 3(2), 28-35. https://jurnal.stikesganeshahusada.ac.id/index.php/juke/article/view/169/137
Santoso, M.P. & Soetomo, D. (2019). Keluarga yang bertumbuh serupa Kristus. http://repository.petra.ac.id/18670/2/Publikasi4_86002_5993.pdf
Setyawan, D. (2016, October 7). Kasus anak korban perceraian tinggi. https://www.kpai.go.id/berita/kasus-anak-korban-perceraian-tinggi
Shalahuddin, I., & Faijurahman, A.N. (2018). Hubungan antara siswa dari keluarga broken home dengan perilaku menyimpang di SMA Ciledug Al-Musaddadiyah Garut. Jurnal Kesehatan Holistik, 12(1), 34-44. http://ejurnalmalahayati.ac.id/index.php/holistik/article/download/140/85
Sihombing, R.U., & Sarungallo, R.R. (2019). Peran orang tua dalam mendewasakan. http://jurnal.sttii-surabaya.ac.id/index.php/Kerusso/article/view/104/124
Simarmata, S.W., & Karo, F.I.K (2018). Pengaruh teman sebaya terhadap perilaku menyimpang siswa kelas X SMK Satria Binjai tahun pelajaran 1017/2018. Jurnal ANSIRU PAI, 3(1), 63-72. http://jurnal.uinsu.ac.id/index.php/ansiru/ article/view/1628/1310
Susantyo, B. (2017). Lingkungan dan perilaku agresif individu environment and personal aggressive behavior. Sosio Informa, 3(1), 15-25. Retrived from https://ejournal. kemsos.go.id/index.php/Sosioinforma/article/view/389/457
Tari,E., & Tafonao,T. (2019). Pendidikan anak dalam keluarga berdasarkan Kolose 3:21. Kurios, 5(1), 24-35. https://e-journal.sttpb.ac.id/index.php/kurios/article /view/93/66
Turyati., Muchtarom, M., & Winarno. (2016). Pengaruh penggunaan media video edukasi terhadap hasil belajar PKn siswa kelas VII SMP Negeri 2 Gondangrejo. PKn Progresif, 11(1). 257-267. http://garuda.ristekbrin.go.id/documents/detail/1419512
Unicef Indonesia. (2018). Konvensi hak anak: Versi anak-anak. https://www.unicef.org/indonesia/id/konvensi-hak-anak-versi-anak-anak
Untari, I., Putri, K.P.D., & Hafiduddin, M. (2018). Dampak perceraian orang tua terhadap kesehatan psikologis remaja. PROFESI (Profesional Islam), 15(2), 99-106. http://ejournal.stikespku.ac.id/index.php/mpp/article/view/99/193
Utami,W.Z.S. (2019). Pengaruh teknik video edukasi terhadap harga diri siswa. Jurnal Transformasi, 5(2), 149-158. http://139.59.120.216/index.php/ transformasi/article/view/2029/1438
Wibisono, J.D.P. (2018). Anak-anak korban perceraian. http://repository.unair.ac.id/70262/
Wulandari, D., & Nailul, F.N. (2019). Pengalaman remaja korban broken home (Studi kualitatif fenomenologis). Jurnal Empati, 8(1), 1-9. https://ejournal3.undip.ac.id/ index.php/empati/article/view/23567/21464
Yanizon, A. (2016). Peran orang tua terhadap perkembangan moral anak dalam keluarga. KOPASTA, 3(2), 46-55. https://www.journal.unrika.ac.id/index.php/ kopastajournal/article/view/553/729
Yusuf, Y. (2019, March 13). KPAI catat 11.116 anak tersangkut tindak kriminalitas. https://metro.sindonews.com/berita/1386477/170/kpai-catat-11116-anak-tersangkut-tindak-kriminalitas

Downloads

Published

2022-04-20

How to Cite

Rombeallo, M. (2022). VIDEO EDUKASI UNTUK MENCEGAH ANAK-ANAK KORBAN PERCERAIAN MELAKUKAN PERILAKU NEGATIF. Aletheia Christian Educators Journal, 3(1), 21–34. https://doi.org/10.9744/aletheia.3.1.21-34

Issue

Section

Articles